Radang tenggorokan bisa terjadi karena berbagai sebab, yang paling umum adalah radang tenggorokan muncul bersamaan saat seseorang sedang batuk atau demam. Namun, banyak juga kasus yang mana seseorang tidak tahu apa penyebab radang tenggorokan yang dialaminya karena sering disepelekan.

Radang tenggorokan adalah terjadinya peradangan pada tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi. Infeksi ini umumnya bersifat akut dan menyerang saluran tenggorokan.  Gejala radang tenggorokan yang sering dialami adalah sebagai berikut:

Pada umumnya, radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus pada saluran pernapasan atas. Jenis bakteri yang sering menyebabkan sakit tenggorokan adalah bakteri Streptococcus pyogenes dan Streptococcus kelompok A, sedangkan jenis virus yang sering menyebabkan radang tenggorokan adalah influenza, virus penyebab campak, dan virus penyebab cacar air.

Penyebab lain radang tenggorokan yang kerap disepelekan

Selain akibat infeksi bakteri atau virus, radang tenggorokan juga bisa diakibatkan oleh beberapa faktor yang tak sedikit orang yang mengetahuinya, yakni:

1. Alergi

Radang tenggorokan dapat muncul saat alergi menyerang. Jenis alergi yang dapat menjadi penyebab antara lain akibat debu, serbuk sari, atau paparan bulu hewan peliharaan.

2. Kurang asupan air putih

Kurang minum juga dapat membuat tenggorokan menjadi kering. Jika tidak segera minum dalam jangka waktu lama ditambah konsumsi makanan yang pedas atau panas, ini dapat memicu peradangan di tenggorokan.

3. Merokok

Mengisap rokok dan terpapar asap rokok dapat memicu radang di tenggorokan. Apabila Anda adalah seorang perokok dan sering mengalami gangguan radang tenggorokan, lebih baik segera hentikan kebiasaan tersebut.

4. Paparan bahan kimia

Paparan bahan kimia seperti bahan kimia rumah tangga yang dibakar dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan Anda.

5. Konsumsi alkohol

Konsumsi alkohol secara berlebihan mampu membuat kering area tenggorokan. Jika Anda tidak mengimbanginya dengan minum air putih secara cukup, maka bisa menimbulkan radang tenggorokan.

6. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan gangguan pencernaan akibat peningkatan asam lambung ke area tenggorokan (esofagus). Dikarenkan sifat asam lambung adalah asam, jika peningkatan ini sering terjadi maka bisa terjadi iritasi pada jaringan dan memicu terjadinya radang tenggorokan.

Cara mencegah terjadinya radang tenggorokan

Meskipun radang tenggorokan dapat disebabkan oleh banyak faktor, tapi ada beberapa cara untuk mencegah munculnya penyakit ini. Berikut di bawah ini adalah beberapa langkah untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi radang tenggorokan:

Rutin cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir setelah menggunakan fasilitas umum.

Rutin bersihkan barang di area rumah yang paling sering dipegang oleh anggota keluarga seperti gagang pintu, remote TV, atau remote AC.

Kurangi atau hentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.

Jika Anda memiliki riwayat alergi, hindari sumber alergi yang bisa memicu radang tenggorokan seperti debu dan serbuk sari.

Perbaiki pola makan dengan perbanyak asupan sayur dan buah setiap hari. Sayur dan buah kaya akan vitamin dan mineral yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga paparan kuman penyebab penyakit tidak mudah masuk ke dalam tubuh.

Jika sekarang Anda sedang mengalami radang tenggorokan dan Anda merasakan demam berkepanjangan, segera berkonsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara langsung dan mendapatkan penanganan yang optimal.

Untuk perawatan sementara di rumah, Anda dapat mengonsumsi minuman dan makanan hangat dan lunak, perbanyak konsumsi air putih hangat, berkumur dengan air garam atau obat kumur antiseptik, istirahat cukup selama 7-8 jam pada malam hari, dan hindari zat pemicu radang tenggorokan seperti asap rokok.

Radang tenggorokan bukanlah penyakit kambuhan, tapi jika Anda tidak mengetahui siklus dan mekanisme pencegahannya, sakit ini bisa saja kambuh kembali. Untuk itu, mengetahui penyebab lain radang tenggorokan yang kerap disepelekan banyak orang sangat penting sehingga Anda bisa melakukan berbagai langkah pencegahan.

 

Sumber : www.klikdokter.com

 

RS Juwita Bekasi 2015