2 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11

SPESIALIS ANAK

FISIOTERAPI

HEMODIALISA

FARMASI

POLI RAWAT JALAN

LABORATORIUM

SPESIALIS THT

RUANG OK

RUANG NICU

RUANG ICU

 Radang tenggorokan bisa terjadi karena berbagai sebab, yang paling umum adalah radang tenggorokan muncul bersamaan saat seseorang sedang batuk atau demam. Namun, banyak juga kasus yang mana seseorang tidak tahu apa penyebab radang tenggorokan yang dialaminya karena sering disepelekan.

Radang tenggorokan adalah terjadinya peradangan pada tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi. Infeksi ini umumnya bersifat akut dan menyerang saluran tenggorokan.  Gejala radang tenggorokan yang sering dialami adalah sebagai berikut:

Pada umumnya, radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus pada saluran pernapasan atas. Jenis bakteri yang sering menyebabkan sakit tenggorokan adalah bakteri Streptococcus pyogenes dan Streptococcus kelompok A, sedangkan jenis virus yang sering menyebabkan radang tenggorokan adalah influenza, virus penyebab campak, dan virus penyebab cacar air.

Penyebab lain radang tenggorokan yang kerap disepelekan

Selain akibat infeksi bakteri atau virus, radang tenggorokan juga bisa diakibatkan oleh beberapa faktor yang tak sedikit orang yang mengetahuinya, yakni:

1. Alergi

Radang tenggorokan dapat muncul saat alergi menyerang. Jenis alergi yang dapat menjadi penyebab antara lain akibat debu, serbuk sari, atau paparan bulu hewan peliharaan.

2. Kurang asupan air putih

Kurang minum juga dapat membuat tenggorokan menjadi kering. Jika tidak segera minum dalam jangka waktu lama ditambah konsumsi makanan yang pedas atau panas, ini dapat memicu peradangan di tenggorokan.

3. Merokok

Mengisap rokok dan terpapar asap rokok dapat memicu radang di tenggorokan. Apabila Anda adalah seorang perokok dan sering mengalami gangguan radang tenggorokan, lebih baik segera hentikan kebiasaan tersebut.

4. Paparan bahan kimia

Paparan bahan kimia seperti bahan kimia rumah tangga yang dibakar dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan Anda.

5. Konsumsi alkohol

Konsumsi alkohol secara berlebihan mampu membuat kering area tenggorokan. Jika Anda tidak mengimbanginya dengan minum air putih secara cukup, maka bisa menimbulkan radang tenggorokan.

6. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan gangguan pencernaan akibat peningkatan asam lambung ke area tenggorokan (esofagus). Dikarenkan sifat asam lambung adalah asam, jika peningkatan ini sering terjadi maka bisa terjadi iritasi pada jaringan dan memicu terjadinya radang tenggorokan.

Cara mencegah terjadinya radang tenggorokan

Meskipun radang tenggorokan dapat disebabkan oleh banyak faktor, tapi ada beberapa cara untuk mencegah munculnya penyakit ini. Berikut di bawah ini adalah beberapa langkah untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi radang tenggorokan:

Rutin cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir setelah menggunakan fasilitas umum.

Rutin bersihkan barang di area rumah yang paling sering dipegang oleh anggota keluarga seperti gagang pintu, remote TV, atau remote AC.

Kurangi atau hentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.

Jika Anda memiliki riwayat alergi, hindari sumber alergi yang bisa memicu radang tenggorokan seperti debu dan serbuk sari.

Perbaiki pola makan dengan perbanyak asupan sayur dan buah setiap hari. Sayur dan buah kaya akan vitamin dan mineral yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga paparan kuman penyebab penyakit tidak mudah masuk ke dalam tubuh.

Jika sekarang Anda sedang mengalami radang tenggorokan dan Anda merasakan demam berkepanjangan, segera berkonsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara langsung dan mendapatkan penanganan yang optimal.

Untuk perawatan sementara di rumah, Anda dapat mengonsumsi minuman dan makanan hangat dan lunak, perbanyak konsumsi air putih hangat, berkumur dengan air garam atau obat kumur antiseptik, istirahat cukup selama 7-8 jam pada malam hari, dan hindari zat pemicu radang tenggorokan seperti asap rokok.

Radang tenggorokan bukanlah penyakit kambuhan, tapi jika Anda tidak mengetahui siklus dan mekanisme pencegahannya, sakit ini bisa saja kambuh kembali. Untuk itu, mengetahui penyebab lain radang tenggorokan yang kerap disepelekan banyak orang sangat penting sehingga Anda bisa melakukan berbagai langkah pencegahan.

 

Sumber : www.klikdokter.com

 

Apakah Anda suka mengonsumsi ikan mentah? Jenis hidangan seperti ini kerap disajikan secara langsung tanpa dimasak terlebih dahulu, terutama di restoran Jepang yang terkenal dengan menu sashimi.

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri dari KlikDokter, dalam bahasa Jepang, sashimiberarti potongan daging. Umumnya, menu ini menggunakan daging mentah, seperti salmon, tuna, atau gurita. Konsumsi ikan mentah memang dinilai sehat, namun, beberapa kalangan masih mengkritisi hal tersebut.

“Sayangnya, tak semua negara dapat menjamin keamanan ikan mentahnya. The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), bersama dengan US Food and Drug Administration, pada tahun 2017 mempertegas larangan mengonsumsi ikan mentah untuk ibu hamil, wanita yang sedang merencanakan kehamilan, dan ibu menyusui,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Resthie menjelaskan bahwa larangan ini didasari atas kekhawatiran bahwa ikan mentah berisiko mengandung parasit yang membahayakan kesehatan.

Parasit berupa cacing Anisakis sp dapat dijumpai di dalam daging ikan mentah. Jika tertelan oleh manusia, bisa menimbulkan penyakit anisakidosis yang ditandai dengan nyeri perut hebat, mual, muntah, dan diare.

Akibat dari konsumsi ikan mentah

Dilansir dari CNN, selain cacing Anisakis sp yang telah dijelaskan di atas, ada pula Vibrio vulnificus, bakteri yang umum ditemukan di air laut pesisir. Jenis bakteri ini merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi.

Sebuah peristiwa mengejutkan pernah terjadi di Korea Selatan. Seorang pria berusia lanjut terinfeksi bakteri ini hingga menyebabkan lengannya diamputasi.

Lembaga Centers for Disease Center bahkan memperkirakan bahwa bakteri Vibrio vulnificus menyebabkan 205 kasus infeksi di Amerika Serikat setiap tahunnya. Beberapa kasus membutuhkan amputasi, dan 15-30 persen lainnya membutuhkan perawatan intensif.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ) menyebutkan bahwa semakin populernya sashimi dan makanan laut mentah atau setengah matang lainnya turut berkontribusi pada peningkatan penyakit yang disebabkan oleh cacing anisakis nematoda.

 

Sumber : www.klikdokter.com

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan tekanan darah

Hipertensi adalah gangguan yang memiliki banyak penyebab. Berbagai faktor yang dapat memengaruhi terhadap terjadinya hipertensi antara lain:

· Usia

Ternyata, semakin bertambahnya usia maka risiko Anda menderita hipertensi juga turut bertambah. Laki-laki berusia di atas 55 tahun dan wanita berusia di atas 65 tahun memiliki risiko menderita tekanan darah tinggi lebih besar. Perbedaan usia ini dikarenakan wanita memiliki efek pelindung pembuluh darah pada hormon estrogen selama belum mengalami menopause.

· Obesitas

Jika Anda memiliki berat badan berlebih atau obesitas, mungkin Anda perlu menurunkan berat badan segera. Berat badan yang berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko Anda mengalami hipertensi.

· Stres

Jika Anda tergolong mudah stres psikologis atau tidak dapat mengelola stres dengan baik, waspadalah karena Anda punya risiko lebih tinggi untuk menderita hipertensi. Selain itu, seseorang dengan tingkat stres yang tergolong tinggi juga lebih berisiko terkena penyakit jantung.

· Rokok

Merokok diketahui secara luas tidak membawa manfaat baik bagi kesehatan. Kebiasaan ini dapat menyebabkan lonjakan pada tekanan darah. Kandungan nikotin dalam rokok dapat memacu sistem saraf untuk melepaskan zat kimia yang dapat menyempitkan pembuluh darah dan berkontribusi terhadap terjadinya hipertensi.

· Gangguan ginjal

Seseorang yang memiliki gangguan ginjal juga memiliki risiko mengalami hipertensi lebih besar, yang dikenal sebagai hipertensi renal. Gangguan ini disebabkan oleh penyempitan arteri yang menghantarkan darah ke ginjal.

· Riwayat keluarga dengan hipertensi

Jika ada anggota keluarga yang memiliki hipertensi, maka Anda juga memiliki kemungkinan terkena hipertensi. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena risiko ini dapat diturunkan dengan melakukan pola hidup sehat seperti pengaturan pola makan dan olahraga secara rutin.

Sumber : https://www.klikdokter.com

 

Diabetes mellitus, atau dikenal juga dengan istilah kencing manis, merupakan suatu penyakit metabolik ditandai dengan kadar gula darah tinggi. Umumnya, diabetes mellitus digolongkan menjadi diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2.

Diabetes mellitus tipe 1 disebabkan karena organ pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin. Sementara, diabetes mellitus tipe 2 bisa dipicu oleh gangguan produksi hormon insulin dan atau adanya resistansi hormon insulin.

Hormon insulin berfungsi untuk membawa gula di dalam aliran darah ke dalam organ di seluruh tubuh. Pada kondisi diabetes mellitus, gangguan pada kerja hormon insulin tersebut yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah.

Salah satu faktor risiko seseorang mengalami diabetes mellitus adalah adanya riwayat anggota keluarga yang memiliki diabetes, misalnya orang tua. Seseorang lebih berisiko terkena diabetes mellitus hingga 50% bila kedua orang tuanya diabetes. Meski begitu, terjadinya diabetes mellitus dipengaruhi beberapa faktor.

Nah, Anda bisa melakukan serangkaian upaya di bawah ini agar terhindar dari diabetes.

Perbanyak aktivitas fisik

Anda disarankan memperbanyak aktivitas fisik dibandingkan hanya berdiam diri di satu tempat dalam waktu lama. Kalaupun Anda harus berdiam diri seperti saat bekerja, sempatkan untuk bergerak setiap 2 jam sekali, misalnya sekadar berjalan di sekitar ruangan.

Akan lebih baik lagi bila Anda melakukan olahraga secara rutin. Olahraga dapat menurunkan berat badan dan menurunkan kadar gula darah sehingga Anda terhindar dari diabetes. Berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko diabetes.

Jika Anda memiliki berat badan berlebih atau obesitas, segera turunkan berat badan dalam pengawasan dokter. Selain itu, olahraga dapat meningkatkan kemampuan otot dalam menggunakan hormon insulin. Olahraga aerobik seperti joging atau bersepeda terbukti baik untuk mencegah diabetes.

Kontrol pola makan

Mengatur pola makan sangat penting untuk mencegah diabetes. Sudah pasti pola makan dengan gizi seimbang yang memenuhi karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin. Disarankan pula Anda memperbanyak makanan kaya serat, seperti aneka buah, sayur, kacang-kacangan, dan whole grains (makanan berbahan dasar bijian-bijian utuh).

Mengonsumsi lebih banyak whole grains dipercaya dapat menurunkan risiko diabetes dan mengontrol kadar gula Anda. Secara sederhana, whole graindapat dijelaskan sebagai sebuah produk makanan berbasis biji-bijian yang disajikan tanpa melalui proses pengolahan atau penggilingan. 

Bila makanan tersebut telah diolah dengan dipecah-pecah, dihancurkan, atau dimasak, bahan makanan tersebut tetap harus mengandung kandungan lengkap yang setara dengan biji utuh aslinya. Contoh makanan tersebut dapat ditemui pada roti, pasta, dan serealia.

Hindari asupan kalori berlebihan karena dapat meningkatkan berat badan Anda. Konsumsi lemak trans juga dihubungkan dengan naiknya risiko diabetes. Jadi sebaiknya, Anda menyingkirkan makanan-makanan yang mengandung lemak trans. Lemak trans dapat ditemui pada makanan cepat saji atau makanan yang digoreng.

Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol

Faktanya, merokok berbahaya bagi kesehatan termasuk dapat meningkatkan risiko diabetes. Perokok memiliki risiko diabetes hingga 50% dibandingkan orang yang tidak merokok. Di samping itu, konsumsi alkohol berlebihan juga dapat menjulangkan risiko diabetes.

Jadi, bila memiliki orang tua yang mengalami diabetes mellitus, sudah seharusnya Anda lebih peka dalam mencegah terjadinya diabetes. Mengingat faktor keturunan tidak bisa dihilangkan, Anda sebaiknya fokus dalam menghilangkan faktor risiko lain sebelum benar-benar mengalami diabetes.

SUMBER : www.klikdokter.com

Minuman sugar free biasanya dicap sebagai asupan yang lebih sehat dibanding dengan yang mengandung gula. Namun ternyata, menurut British Dental Journal, makanan dan minuman yang memiliki label sugar free mengandung zat asam yang dapat menyebabkan masalah pada gigi, lho!

 

● Gigi keropos

Tahukah Anda bahwa minuman berlabel sugar free masih mengandung gula di dalamnya? Ya, gula akohol alias polyols.

Gula alkohol memang dapat mengurangi risiko gigi berlubang. Akan tetapi, gula tersebut juga dapat menyebabkan keasaman di dalam mulut, sehingga dapat menyebabkan erosi email gigi. Jika keadaan ini berlangsung dalam waktu lama, risiko gigi keropos akan meningkat berlipat ganda.

Golongan usia yang paling rentan mengalami gigi keropos akibat minuman berlabel sugar free adalah anak-anak. Hal ini karena struktur gigi anak, termasuk lapisan email, belum terbentuk dengan sempurna, sehingga asam yang terbentuk akibat gula alkohol pada minuman berlabel sugar free akan sangat mudah menyebabkan erosi alias proses pengikisan gigi.

● Tambalan gigi semakin mudah terlepas

Minuman dengan label sugar free, apalagi yang mengandung soda, dapat mengurangi tingkat kekerasan permukaan email, dentin, termasuk permukaan tambalan gigi. Keadaan ini pada akhirnya membuat tambalan gigi semakin cepat “bocor” atau bahkan lepas.

Jika tambalan gigi terlepas dari tempatnya, risiko terjadinya gigi sensitif akan meningkat berlipat ganda. Bila sudah seperti ini, Anda akan sering mengalami keluhan gigi ngilu, khususnya saat mengonsumsi makanan panas, dingin, atau manis.

● Tulang keropos

Selain memberikan efek negatif bagi gigi, minuman dengan label sugar free juga dapat menyebabkan dampak buruk bagi tulang. Apalagi bila minuman tersebut memiliki kandungan soda di dalamnya.

Untuk diketahui, minuman sugar free yang mengandung soda memiliki kandungan asam fosfor yang tinggi, sehingga rasanya cenderung asam. Rasa asam ini dapat membuat tulang kehilangan sejumlah kalsium secara perlahan. Jika terjadi dalam waktu lama, bukan tak mungkin Anda akan mengalami tulang keropos.

Bagaimana solusinya?

Untuk mengurangi efek negatif yang bisa timbul akibat minuman sugar free, berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti:

· Konsumsi makanan dan minuman saat waktu makan besar. Tindakan ini dapat membantu mengurangi serangan asam pada gigi Anda.

· Minumlah langsung dengan cepat, agar minuman tidak menggenang di sekitar gigi. Atau, gunakan sedotan untuk memperkecil kontak minuman dengan gigi.

· Setelah konsumsi minuman tersebut, minumlah susu atau makan keju untuk menetralisir keasamannya.

· Kunyah permen karet sugar free, agar air ludah terproduksi. Ini dapat membantu menetralkan keasaman di dalam mulut.

· Tunggu setidaknya 1 jam setelah konsumsi minuman tersebut sebelum menyikat gigi. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu pada email gigi untuk kembali mengeras.

· Sikat gigi menggunakan pasta gigi berfluoride setidaknya satu kali setelah konsumsi minuman tersebut. Pastikan Anda menyikat gigi dengan sikat gigi berbulu lembut.

Setelah mengetahui fakta medis di atas, diharapkan Anda bisa terjebak begitu saja dengan janji manis yang ditawarkan minuman berlabel sugar free.

Sumber : https://www.klikdokter.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

kesehatan gigi dan anggota tubuh lainnya mengalami gangguan, bukan?

RS Juwita Bekasi 2015